Minggu, 19 Juli 2026

Adam versi Hindu


Salaam
Benarkah Nabi Adam hingga Nuh ada di Kitab Suci Hindu?

Selama ini, kisah Nabi Adam identik dengan tradisi Islam, Kristen, dan Yahudi. Ia dikenal sebagai manusia pertama, yang bersama istrinya tinggal di taman kenikmatan (Surga) , kemudian digoda oleh Iblis (versi Alkitab Iblis berwujud seekor ular) hingga memakan buah terlarang dan akhirnya diturunkan ke bumi.

Lalu apakah ada juga dalam Kitab Hindu ?
Berikut Kutipan Kitab Bhavisya Purana, Pratisarga Parva dari situs Hindu Online:

“Di sebelah timur Kota Pradan terbentang sebuah hutan besar yang dianugerahkan Tuhan, dengan luas enam belas yojana persegi (204,8 km.). Di tempat itulah tinggal seorang lelaki bernama     आदम (Adama) Ia menetap di bawah sebuah     पापवृक्ष Pāpa-vṛkṣa (pohon dosa), sementara hatinya selalu dipenuhi kerinduan kepada istrinya,     हव्यवती Havyavati.

Pada saat itulah     कलिपुरुष Kali Puruṣa (Iblis) datang dengan menyamar sebagai seekor ular. Dengan tipu daya dan rayuannya, ia berhasil memperdaya keduanya hingga mereka berani melanggar perintah Dewa Wisnu (Tuhan). Adama pun memakan buah terlarang dari pohon dosa itu.

Sejak peristiwa tersebut, kehidupan mereka berubah. Mereka bertahan hidup hanya dengan menghirup udara dan memakan daun-daun pohon udumbara. Dari pasangan itu lahirlah beberapa putra, dan seluruh keturunannya kemudian dikenal sebagai kaum mleccha (leluhur bangsa non India). Adama sendiri dikaruniai umur yang sangat panjang, yaitu 930 tahun.”

Sementara kita berhenti disini.

Apa kesamaannya selain jalan cerita ?

-Tokoh pertama bernama Adama, yang secara fonetik sangat dekat dengan nama Adam.
- Adama hidup bersama istrinya sebelum terjadinya pelanggaran terhadap perintah Tuhan.
- Terdapat sebuah pohon yang tidak boleh dimakan buahnya.
- Godaan datang melalui seekor ular yang menipu manusia.
- Pelanggaran dimulai ketika buah dari pohon terlarang dimakan.

Selain itu Umur Adama Dalam teks Bhavisya Purana disebutkan:

“Adama’s duration of life was nine-hundred and thirty years.”
“Usia Adama adalah sembilan ratus tiga puluh tahun.”

Angka tersebut ternyata sama persis dengan keterangan dalam Alkitab:

“Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.”
— Kejadian (Genesis) 5:5 (TB)

Dan kesamaan ini bukan hanya terbatas pada tokoh Adama dan Havyawati tapi juga keturunannya. Kemudian kita lanjut baca 

“Sepeninggal Adama, putranya yang bernama Sveta-nama memerintah. Ia hidup selama 912 tahun. Dari Sveta-nama lahirlah Anuta, yang masa pemerintahannya seratus tahun lebih singkat daripada ayahnya. Setelah Anuta wafat, kekuasaan beralih kepada putranya, Kinasa, yang memerintah selama masa yang sama seperti kakeknya. Kemudian tampuk pemerintahan diteruskan oleh putranya, Malahalla, yang memerintah selama 895 tahun. Sesudah itu, Virada naik takhta dan memerintah selama 160 tahun.

Virada kemudian digantikan oleh putranya, Hamuka. Berbeda dengan para pendahulunya, Hamuka dikenal sebagai seorang penyembah Dewa Wisnu yang sangat tekun. Ia senantiasa mempersembahkan kurban berupa buah-buahan, hingga akhirnya memperoleh keselamatan. Setelah memerintah selama 365 tahun, ia naik ke surga bersama jasadnya, meskipun tetap menjalankan mleccha-dharma.

Hamuka memiliki seorang putra bernama Matocchila, yang memerintah selama 970 tahun. Setelah itu kekuasaan diteruskan oleh putranya, Lomaka, yang memerintah selama 777 tahun sebelum akhirnya berpulang ke surga.”

Sveta-nama hidup 912 tahun, sama seperti Set dalam Alkitab Yahudi, putra Adam, yang juga berusia 912 tahun (Kejadian 5:8). Malahalla berusia 895 tahun, sama dengan Mahalaleel dalam Alkitab (Kejadian 5:17). Sementara Matocchila hidup 970 tahun, sangat dekat dengan usia Metusalah yang mencapai 969 tahun (Kejadian 5:27).

di tengah silsilah muncul seorang tokoh saleh. Hamuka digambarkan sebagai penyembah Tuhan yang taat, tekun mempersembahkan kurban, hingga akhirnya memperoleh keselamatan dan naik ke surga. Dalam Alkitab tokoh ini adalah yaitu, yang “hidup bergaul dengan Allah” dan kemudian diangkat oleh Allah ke langit (Kejadian 5:24).

Dan gongnya adalah ada silsilah tersebut berakhir pada tokoh Nyuha (Nuh). 

“Dari Lomaka lahirlah Nyuha (Nuh), yang memerintah selama 500 tahun. Ia memiliki tiga orang putra bernama Sima, Sama, dan Bhava.

Pada suatu malam, Dewa Wisnu menampakkan diri kepadanya melalui sebuah mimpi, lalu berfirman,

“Wahai Nyuha yang Kukasihi, dengarkanlah. Tujuh hari lagi akan datang suatu kehancuran besar yang melanda dunia. Karena itu, segeralah membuat sebuah bahtera yang besar dan naiklah ke dalamnya. Wahai pemimpin para penyembah-Ku, engkau kelak akan dikenang sebagai seorang raja yang agung.”

Setelah terbangun, Nyuha segera melaksanakan perintah tersebut. Ia membangun sebuah bahtera yang sangat kokoh, dengan panjang tiga ratus kaki, lebar lima puluh kaki, dan tinggi tiga puluh kaki. Bahtera itu dibuat dengan sangat baik sehingga mampu menjadi tempat perlindungan bagi berbagai makhluk hidup. Setelah semuanya selesai dipersiapkan, Nyuha pun menaiki bahtera itu, seraya menenangkan hati dan memusatkan seluruh pikirannya dalam meditasi kepada Dewa Wisnu.”

Dalam Teks Hindu menyebut nama mereka Sima, Sama, dan Bhava, sedangkan Alkitab menyebut Sem, Ham, dan Yafet (Kejadian 5:32; 6:10). Dan keduanya sama-sama naik membuat perahu dan berhasil menghadapi banjir besar.

Yang membuat saya berpikir bukan hanya nama Ādama.

Tetapi rangkaian ceritanya: usia 930 tahun, digoda ular, memakan buah terlarang, silsilah panjang, lalu berakhir pada Nyuha (Nuh).

Kalau Anda membaca kemiripan ini, apa kesimpulan pertama yang terlintas di benak Anda? apakah hanya kebetulan semata ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adam versi Hindu

S alaam Benarkah Nabi Adam hingga Nuh ada di Kitab Suci Hindu? Selama ini, kisah Nabi Adam identik dengan tradisi Islam, Kristen...