Sabtu, 25 Juli 2026

1.

Salaamun `alaikum
Lihat Satu Titik Ini .
Seluruh keberadaan, termasuk si Tuhan
Terkandung dalam titik itu

Inilah realita rekursif.

Bagi yang ingin paham, saya jelaskan:

Kita gunakan satu kata tanya saja dulu: APA

APA titik itu?
Titik itu adalah satu pixel di komputer.

APA pixel itu?
Pixel adalah titik terkecil penyusun gambar atau tampilan digital

APA tampilan digital itu?
Tampilan digital (digital display) adalah teknologi visual, seperti panel layar LCD atau LED, yang menyajikan informasi, iklan, atau konten multimedia secara dinamis.

APA teknologi visual itu?
Teknologi visual adalah segala jenis teknologi yang berkaitan dengan pembuatan, pemrosesan, dan penyampaian informasi melalui elemen gambar, video, grafik, atau animasi.

Saya harap sejauh ini anda sudah mulai paham, rentetan pertanyaan itu masih sangat jauh dari berakhir, dan itu baru satu kata tanya, dan setiap tahap hanya ditanyakan tentang satu hal saja.

Setelah sekian jauh rentetan pertanyaan berproses, pada suatu tahap bisa dipastikan akan menyebut kata "titik" dalam jawabannya, jadi recursive.

Apakah jumlah pertanyaan yang mungkin untuk ditanyakan, bisa dihitung? Rasanya tidak bisa.

Apakah itu artinya jumlah pertanyaan yang mungkin untuk ditanyakan, tidak terhingga? Tidak.

Tidak bisa dihitung dengan "tidak terhingga" memiliki makna yang berbeda. Tidak bisa dihitung hanya memiliki makna bahwa sesuatu tidak memiliki batas yang bisa diukur menggunakan metoda yang ada dalam matematika manusia. Tidak terhingga memiliki makna tanpa batas.

Jika seluruh kata tanya yang mungkin ditanyakan, ditanyakan mengikuti setiap tahapan, dan menanyakan setiap elemen yang bisa ditanyakan, pada akhirnya pertanyaan serta jawabannya akan memuat segala kata yang mungkin anda gunakan untuk mendeskripsikan keberadaan, termasuk Tuhan.

Mampukah kemampuan kognitif anda mencerna dan menerima hal ini?

Minggu, 19 Juli 2026

Adam versi Hindu


Salaam
Benarkah Nabi Adam hingga Nuh ada di Kitab Suci Hindu?

Selama ini, kisah Nabi Adam identik dengan tradisi Islam, Kristen, dan Yahudi. Ia dikenal sebagai manusia pertama, yang bersama istrinya tinggal di taman kenikmatan (Surga) , kemudian digoda oleh Iblis (versi Alkitab Iblis berwujud seekor ular) hingga memakan buah terlarang dan akhirnya diturunkan ke bumi.

Lalu apakah ada juga dalam Kitab Hindu ?
Berikut Kutipan Kitab Bhavisya Purana, Pratisarga Parva dari situs Hindu Online:

“Di sebelah timur Kota Pradan terbentang sebuah hutan besar yang dianugerahkan Tuhan, dengan luas enam belas yojana persegi (204,8 km.). Di tempat itulah tinggal seorang lelaki bernama     आदम (Adama) Ia menetap di bawah sebuah     पापवृक्ष Pāpa-vṛkṣa (pohon dosa), sementara hatinya selalu dipenuhi kerinduan kepada istrinya,     हव्यवती Havyavati.

Pada saat itulah     कलिपुरुष Kali Puruṣa (Iblis) datang dengan menyamar sebagai seekor ular. Dengan tipu daya dan rayuannya, ia berhasil memperdaya keduanya hingga mereka berani melanggar perintah Dewa Wisnu (Tuhan). Adama pun memakan buah terlarang dari pohon dosa itu.

Sejak peristiwa tersebut, kehidupan mereka berubah. Mereka bertahan hidup hanya dengan menghirup udara dan memakan daun-daun pohon udumbara. Dari pasangan itu lahirlah beberapa putra, dan seluruh keturunannya kemudian dikenal sebagai kaum mleccha (leluhur bangsa non India). Adama sendiri dikaruniai umur yang sangat panjang, yaitu 930 tahun.”

Sementara kita berhenti disini.

Apa kesamaannya selain jalan cerita ?

-Tokoh pertama bernama Adama, yang secara fonetik sangat dekat dengan nama Adam.
- Adama hidup bersama istrinya sebelum terjadinya pelanggaran terhadap perintah Tuhan.
- Terdapat sebuah pohon yang tidak boleh dimakan buahnya.
- Godaan datang melalui seekor ular yang menipu manusia.
- Pelanggaran dimulai ketika buah dari pohon terlarang dimakan.

Selain itu Umur Adama Dalam teks Bhavisya Purana disebutkan:

“Adama’s duration of life was nine-hundred and thirty years.”
“Usia Adama adalah sembilan ratus tiga puluh tahun.”

Angka tersebut ternyata sama persis dengan keterangan dalam Alkitab:

“Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.”
— Kejadian (Genesis) 5:5 (TB)

Dan kesamaan ini bukan hanya terbatas pada tokoh Adama dan Havyawati tapi juga keturunannya. Kemudian kita lanjut baca 

“Sepeninggal Adama, putranya yang bernama Sveta-nama memerintah. Ia hidup selama 912 tahun. Dari Sveta-nama lahirlah Anuta, yang masa pemerintahannya seratus tahun lebih singkat daripada ayahnya. Setelah Anuta wafat, kekuasaan beralih kepada putranya, Kinasa, yang memerintah selama masa yang sama seperti kakeknya. Kemudian tampuk pemerintahan diteruskan oleh putranya, Malahalla, yang memerintah selama 895 tahun. Sesudah itu, Virada naik takhta dan memerintah selama 160 tahun.

Virada kemudian digantikan oleh putranya, Hamuka. Berbeda dengan para pendahulunya, Hamuka dikenal sebagai seorang penyembah Dewa Wisnu yang sangat tekun. Ia senantiasa mempersembahkan kurban berupa buah-buahan, hingga akhirnya memperoleh keselamatan. Setelah memerintah selama 365 tahun, ia naik ke surga bersama jasadnya, meskipun tetap menjalankan mleccha-dharma.

Hamuka memiliki seorang putra bernama Matocchila, yang memerintah selama 970 tahun. Setelah itu kekuasaan diteruskan oleh putranya, Lomaka, yang memerintah selama 777 tahun sebelum akhirnya berpulang ke surga.”

Sveta-nama hidup 912 tahun, sama seperti Set dalam Alkitab Yahudi, putra Adam, yang juga berusia 912 tahun (Kejadian 5:8). Malahalla berusia 895 tahun, sama dengan Mahalaleel dalam Alkitab (Kejadian 5:17). Sementara Matocchila hidup 970 tahun, sangat dekat dengan usia Metusalah yang mencapai 969 tahun (Kejadian 5:27).

di tengah silsilah muncul seorang tokoh saleh. Hamuka digambarkan sebagai penyembah Tuhan yang taat, tekun mempersembahkan kurban, hingga akhirnya memperoleh keselamatan dan naik ke surga. Dalam Alkitab tokoh ini adalah yaitu, yang “hidup bergaul dengan Allah” dan kemudian diangkat oleh Allah ke langit (Kejadian 5:24).

Dan gongnya adalah ada silsilah tersebut berakhir pada tokoh Nyuha (Nuh). 

“Dari Lomaka lahirlah Nyuha (Nuh), yang memerintah selama 500 tahun. Ia memiliki tiga orang putra bernama Sima, Sama, dan Bhava.

Pada suatu malam, Dewa Wisnu menampakkan diri kepadanya melalui sebuah mimpi, lalu berfirman,

“Wahai Nyuha yang Kukasihi, dengarkanlah. Tujuh hari lagi akan datang suatu kehancuran besar yang melanda dunia. Karena itu, segeralah membuat sebuah bahtera yang besar dan naiklah ke dalamnya. Wahai pemimpin para penyembah-Ku, engkau kelak akan dikenang sebagai seorang raja yang agung.”

Setelah terbangun, Nyuha segera melaksanakan perintah tersebut. Ia membangun sebuah bahtera yang sangat kokoh, dengan panjang tiga ratus kaki, lebar lima puluh kaki, dan tinggi tiga puluh kaki. Bahtera itu dibuat dengan sangat baik sehingga mampu menjadi tempat perlindungan bagi berbagai makhluk hidup. Setelah semuanya selesai dipersiapkan, Nyuha pun menaiki bahtera itu, seraya menenangkan hati dan memusatkan seluruh pikirannya dalam meditasi kepada Dewa Wisnu.”

Dalam Teks Hindu menyebut nama mereka Sima, Sama, dan Bhava, sedangkan Alkitab menyebut Sem, Ham, dan Yafet (Kejadian 5:32; 6:10). Dan keduanya sama-sama naik membuat perahu dan berhasil menghadapi banjir besar.

Yang membuat saya berpikir bukan hanya nama Ādama.

Tetapi rangkaian ceritanya: usia 930 tahun, digoda ular, memakan buah terlarang, silsilah panjang, lalu berakhir pada Nyuha (Nuh).

Kalau Anda membaca kemiripan ini, apa kesimpulan pertama yang terlintas di benak Anda? apakah hanya kebetulan semata ?

Jumat, 03 Juli 2026

wifi


GE MASIH NGOMONGIN JARINGAN, SAYA SEJAK TAHUN 60 AN UDAH PASANG WIFI DI KUTUB SELATAN
Prof. Dr. Ir. Drs. Heri Heriyadi, S Capuccino, S. Milky Latte, SPPG, MBG, KDMP, S.EMKA

Saya sungguh tertawa sampai berhari hari melihat masih banyak orang yang percaya Satelit, bahkan ketika saya mengingat itu saya bisa spontan tertawa ngakak dimana pun berada. Gimana gak bikin tertawa, Satelit kok dipercaya.

Sejak era perang dingin tahun 1960 an saya sudah terlibat proyek kabel optik Internet dan pemasangan BTS bahkan hingga pelosok Nusantara. Untuk itulah saya dipercaya Elit Global pada tahun 1984 untuk memasang beberapa repeater WiFi di kutub selatan, bahkan diluar dinding es kutub selatan atau diluar kubah langit Bumi Datar kita. 

Tujuannya adalah agar para peneliti Dinosaurus yang sekarang masih hidup dan berkembang biak di luar tembok es kutub selatan alias di Bumi Datar sebelah bisa terus terhubung dengan BTS terdekat di Bumi Datar kita. 

Jadi buat kamu para GE yang masih sok ngomongin Satelit, jaringan, dan internet, mohon maaf, saya jaaaaaaauuuuuuuuhhhhh lebih berpengalaman daripada kalian, dan saya beneran ketawa sampai guling-guling kalo ingat para GE ngomongin satelit itu ada. Bahkan terakhir saya ketawa ngakak guling-guling di pasar saat baca komenan yang bilang ada penampakan Satelit yang katanya diambil pake teleskop.

1.

S alaamun `alaikum Lihat Satu Titik Ini . Seluruh keberadaan, termasuk si Tuhan Terkandung dalam titik itu Inilah realita rekurs...