Salaamun `alaikum....
Harga minyak per barel! Heboh! Nah tapi, pernah kepikiran nggak, kenapa harga patokan minyak bumi itu selalu pakai satuan "Barel" (misal: $80 per barel). Kenapa harus barel? Dan apakah "barel" ini ada hubungannya dengan tong kayu wadah whiskey zaman koboi dulu?
Jawabannya: IYA, 100% sama! Sejarahnya bermula di tahun 1859. Saat itu, sumur minyak komersial pertama di dunia berhasil dibor di Pennsylvania, Amerika Serikat. Saat minyak bumi berhasil dipompa keluar dari perut bumi, semburannya ternyata sangat besar dan berlimpah ruah!
Para penambang di sana sampai panik karena tidak ada wadah penampungan atau tangki besi raksasa seperti zaman sekarang. Saking melubernya, mereka sampai harus membuat parit-parit di tanah untuk mengalirkan "emas hitam" tersebut.
Dalam kondisi kepepet itu, penambang sadar mereka harus memindahkan minyak ini. Apa wadah yang paling banyak tersedia di sekitar sana saat itu? Betul, tong-tong kayu bekas whiskey dan bir (yang disebut barrel). Mereka memborong semua tong bekas di kedai-kedai dan pasar untuk mewadahi minyak, agar bisa diangkut dengan mudah menggunakan kereta kuda menuju stasiun atau pabrik.
Melihat kepanikan dan menipisnya ketersediaan tong bekas di pasaran, ada seorang tukang kayu lokal yang matanya jeli melihat peluang. Namanya Franklin Tarbell.
Pak Tarbell langsung banting setir. Dia mendirikan bengkel dan memproduksi tong-tong kayu baru (barel) khusus untuk menampung minyak sebanyak mungkin. Permintaan tong buatannya meledak gila-gilaan! Sejak saat itulah, karena semua minyak dipindahkan menggunakan tong kayu buatan Tarbell dan kawan-kawan, setiap transaksi jual beli minyak mulai dihitung dari jumlah barel dan harga per barelnya.
Lalu, seberapa banyak isi 1 barel itu?
Saat ini standar internasional menetapkan 1 Barel = 42 Galon AS (sekitar 159 liter). Angka "42" ini juga punya sejarah unik! Aslinya, tong whiskey standar itu isinya cuma 40 galon. Tapi di zaman itu, jalanan masih berupa tanah berbatu. Saat tong minyak dibawa pakai kereta kuda, guncangannya sering bikin minyak tumpah atau menguap. Nah, supaya pembeli tidak merasa ditipu atau rugi, para penjual minyak zaman dulu sepakat memberikan "bonus" ekstra 2 galon. Jadi 40 + 2 = 42 galon. Standar kesepakatan penambang lokal ini akhirnya dipakai jadi standar global sampai detik ini!
Kembali ke Pak tukang kayu Franklin Tarbell. Dari bisnis tong kayu itu, dia sukses besar dan ikut terjun menjadi produsen minyak independen. Dia menjelma menjadi salah satu orang kaya di era awal oil boom tersebut.
Tapi sayang, kesuksesannya harus berhadapan dengan monster bisnis paling kejam dalam sejarah Amerika: John D. Rockefeller dengan perusahaan Standard Oil-nya. Rockefeller menggunakan siasat licik. Dia melakukan kongkalikong rahasia dengan perusahaan-perusahaan kereta api untuk memonopoli jalur distribusi.
Ongkos logistik pengiriman minyak via kereta api untuk penambang independen seperti Pak Tarbell dinaikkan gila-gilaan, sementara perusahaan Rockefeller mendapat diskon besar. Akibat taktik kotor ini, bisnis Pak Tarbell hancur lebur dan bangkrut. (Plot twist: anak perempuan Tarbell yang dendam melihat ayahnya hancur, kelak menjadi jurnalis yang tulisannya sukses membubarkan monopoli Rockefeller!).
Seru banget ya kalau kita kulik sejarahnya! Ternyata di balik istilah-istilah satuan ukuran yang kita pakai sehari-hari, ada sejarah perebutan takhta, kebetulan yang pragmatis, dan drama bisnis epik di baliknya.
Mirip seperti satuan "Tenaga Kuda" (Horsepower / HP) pada mesin mobil atau motor kita. Sejarahnya juga lahir karena dulu penemu mesin uap harus mencari cara agar teknologinya bisa dipahami orang awam, dengan membandingkan kekuatan mesinnya dengan kekuatan tarikan kuda asli.
Kira-kira, istilah sejarah apa lagi ya yang seru buat dibedah?
Ilustrasi : dibuat AI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar