Senin, 23 Maret 2026

Tata Surya

Salaamun `alaikum
Di tepi tata surya kita, wahana milik NASA yaitu Voyager 1 menemukan sebuah “dinding” plasma raksasa bersuhu hingga sekitar 90.000 derajat yang melindungi tata surya dari radiasi galaksi.

Saat Voyager 1 melintasi heliopause—batas terluar pengaruh Matahari—ia menemui fenomena mengejutkan berupa wilayah plasma dengan suhu sangat tinggi, berkisar antara 30.000 hingga 90.000 derajat Fahrenheit. Namun, ini bukanlah dinding padat, melainkan zona transisi yang sangat kacau, tempat angin matahari bertabrakan dengan tekanan ruang antarbintang. Partikel dari Matahari melambat dan menumpuk, menciptakan “tungku tak terlihat” yang menandai batas akhir tata surya dan awal ruang kosmik yang dalam.

Meskipun suhunya ekstrem, wilayah ini memiliki keunikan ilmiah. Karena plasma di sana sangat jarang—jauh lebih kosong daripada ruang hampa di Bumi—jumlah partikel terlalu sedikit untuk menghantarkan panas secara efektif. Artinya, wilayah tersebut sebenarnya tidak akan terasa panas bagi manusia. Selain itu, batas ini berfungsi sebagai pelindung penting bagi kehidupan di Bumi dengan menahan sebagian besar radiasi kosmik berbahaya. Kini, pada jarak lebih dari 15 miliar mil dari Bumi, Voyager 1 masih terus mengirimkan data dari perbatasan ini, menunjukkan bahwa tepi tata surya jauh lebih kompleks dan “liar” daripada yang pernah dibayangkan.

📚 Sumber: 
Stone, E. C., Cummings, A. C., McDonald, F. B., Heikkila, B. C., Lal, N., & Webber, W. R. Voyager 1 Observes Low-Energy Galactic Cosmic Rays in a Region Depleted of Heliospheric Ions. Science.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kfr

S alaamun `alaikum.... Menembus Tirai “Kufr”: Sebuah Perjalanan Menyingkap Diri Ada kata yang sering kita dengar, namun jarang k...