Emas dan belerang sering dijumpai berdekatan karena keduanya terbentuk dalam sistem hidrotermal vulkanik. Di kedalaman bumi, air panas yang kaya mineral bergerak melalui rekahan batuan. Ketika air panas ini membawa unsur logam seperti emas ke permukaan, ia bereaksi dengan gas belerang yang berasal dari aktivitas magma. Reaksi kimia ini membentuk mineral sulfida, seperti pirit, kalkopirit, atau arsenopirit — mineral pembawa emas.
Saat suhu dan tekanan mulai menurun, emas mengendap bersama mineral-mineral sulfida yang kaya belerang. Inilah sebabnya di banyak daerah vulkanik atau gunung berapi, emas dan belerang ditemukan dalam zona yang sama, seolah “bersaudara” secara geologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar