Dalam spiritualitas Jawa, ada kepercayaan yang menyatakan bahwa menjelang zaman Kebangkitan Nusantara nanti, salah satu tanda yang akan terjadi adalah mulai ditemukannya banyak peninggalan-peninggalan leluhur Nusantara yang selama ini terkubur. Peninggalan ini bisa berupa makam, candi, bekas keraton, benteng, bahkan perkakas atau rumah tempat tinggal dunia kerajaan zaman klasik, terutama dari era Kerajaan Hindu Buddha, bahkan bisa saja lebih tua lagi daripada zaman Hindu Buddha. Seperti Atlantis contohnya?
Orang-orang Jawa banyak yang meyakini, ketika suatu ketika peradaban-peradaban leluhur tersebut mulai ditemukan kembali, maka di situlah tanda kalau Kebangkitan Nusantara sudah mulai terjadi. Kebangkitan Nusantara di sini tidak hanya kebangkitan negeri Indonesia menuju ke negeri yang lebih makmur dan berkelimpahan. Tapi juga menandai bangkitnya nilai-nilai spiritual dan filosfi Nusantara, yang selama ini sering ditinggalkan karena lamanya era penjajahan dan modernisasi. Sehingga membuat penduduk Nusantara terlepas dari jati dirinya yang asli sebagai bangsa spiritual yang sejati.
Spiritual sendiri tidak melulu soal kembali ke tradisi, ritual, dan juga teori-teori filsafat kuno yang kini banyak digali. Tapi ini lebih ke KESADARAN, seberapa sadar kita sebagai manusia Nusantara, yang paham akan jati dirinya, yang manunggal dengan Tuhan atau alam semesta, sehingga bisa menciptakan hidup yang harmoni dengan alam.
Dan sebenarnya, inilah model kehidupan leluhur kita di zaman dulu, terutama saat mereka masih berupa Kerajaan Hindu Buddha.
Justru karena mereka menjalankan dan mewujudkan nilai-nilai spiritual dan filosofi tersebut, dulu Nusantara malah memiliki peradaban yang maju, di saat benua Eropa masih berada dalam Abad Kegelapan. Tapi fakta inilah yang ditutup oleh sejarah, dan diganti dengan doktrin bahwa leluhur kita adalah bangsa yang bodoh dan primitif melulu.
Sekarang, peninggalan mereka mulai banyak yang ditemukan dan muncul ke permukaan. Ini nanti bakalan membuka pemikiran manusia, bahwa ajaran “leluhur Nusantara itu bodoh dan primitif” adalah salah. Justru karena mereka dulu punya kecerdasan dan KESADARAN tinggi, mereka berhasil membangun peradaban yang kompleks di zamannya. Dan lebih tinggi dibandingkan Abad Kegelapan Barat.
Sepanjang 2020 - 2025 ini, di Jawa saja sudah banyak beberapa peninggalan kuno yang muncul dan diekskavasi. Inilah peninggalan leluhur dari zaman dulu yang bakalan membuka mata kita, bahwa sejarah kita banyak yang ditutupi dan dibelokkan. Tujuannya ya supaya bangsa Indonesia ini mudah dikendalikan pihak luar.
Dengan munculnya kembali peninggalan-peninggalan peradaban kuno ini, akhirnya kita jadi bakalan berpikir beberapa hal :
(1) Peradaban Kuno Lebih Luhur daripada Modern?
Cara bagaimana orang-orang zaman dulu berperadaban, lebih ke mengutamakan harmonisasi dengan alam. Mereka tak melulu mengejar kecanggihan teknologi dan kapitalisme. Tapi mereka lebih ke mengutamakan keselarasan antara manusia dengan alam sekitarnya. Itulah kenapa banyak bangunan penting yang ditempatkan di area-area tertentu yang sesuai dengan rasi bintang tertentu, atau bahkan memiliki filosofi dan digunakan sebagai peribadatan dengan menyesuaikan bangunan dengan keselarasan alam di sekitarnya.
Inilah yang membuat Mesir Kuno dan Mesopotamia unggul di zamannya. Prinsip yang sama juga sudah diterapkan oleh leluhur kita di era Kerajaan Hindu Buddha. Sehingga saat Eropa masih berada dalam Abad Kegelapan, Nusantara sudah berada di zaman keemasannya. Leluhur kita sudah mendirikan ashram sebagai pusat pembelajaran (yang kemudian di Eropa mereka membangun universitas). Leluhur juga sudah membangun candi-candi yang megah dan difungsikan untuk peribadatan, yang tata caranya ternyata sangat selaras dengan alam.
Peradaban zaman dulu sangat selaras dengan alam. Sehingga hidup mereka lebih harmoni. Tapi sayangnya, keselarasan alam ini juga punya kekurangan : menarik penakluk / penjajah. Baik Nusantara atau Mesir Kuno, keduanya sama-sama dihancurkan oleh penjajah.
(2) Kejenuhan Zaman Modern : Saatnya Kembali ke Ajaran-Ajaran Leluhur
Di tengah perkembangan peradaban yang makin canggih dan kapitalis, di satu sisi kita memang mendapatkan banyak kemudahan. Tapi di sisi lain, ini mendatangkan tekanan dan stress. Kita jadi tertuntut apa-apa serba materialistis, dan apa-apa harus serba cepat. Sedangkan manusia tidak didesain untuk terus berada dalam tekanan.
Di era modern dengan segala bentuk tekanan zaman seperti ini, secara psikis kita akan berpikir untuk mencari cara pandang baru yang lebih menenangkan dan lebih harmoni. Dan ternyata jawabannya ada di ilmu leluhur kuno Nusantara itu sendiri.
Ajaran mereka yang selaras dengan alam, dengan memperhatikan keseimbangan antara pikiran, jiwa, dan tubuh, serta spirit (ruh) ternyata bisa menjawab tantangan kemajuan zaman. Di zaman modern sekarang, ternyata ilmu leluhur malah bisa dijadikan pegangan bagi kesehatan mental dan kejiwaan individu. Bahkan setelah digali, ternyata ilmu leluhur kita lebih dalam dari sekedar kesehatan mental dan jiwa.
Cara mereka dulu memimpin negeri, mengembangkan peradaban, dan menata negara, kota, dan desa, ternyata sangat berpegang pada spiritualitas dan filosofi mereka, yang terbukti selaras dengan alam. Ketika manusia selaras dengan alam, manusia nggak cuma sehat mental dan jiwa, tapi kecerdasan mereka ternyata meningkat tajam.
Makanya banyak orang Jawa, Bali, dan Lombok yang percaya banget kalau leluhur di zaman dulu itu cerdas dan canggih (di zamannya). Karena spiritualitas dan filosofi yang mereka praktekkan membuat mereka cerdas. Dan ini tertinggal dalam bangunan bersejarah mereka.
(3) Akan Ada Masanya, Tata Negara pun Kembali Menggunakan Filosofi Leluhur
Dengan dipelajarinya situs-situs kuno yang kini bermunculan, dan dengan dipelajarinya manuskrip-manuskrip kuno yang kini mulai kembali ke Nusantara, maka ini juga membuka Kesadaran kita. Bahwa ternyata, ketika peradaban dikombinasikan dengan keilmuan leluhur bisa lebih harmoni, lebih selaras, dan ini membuat bangsa jadi maju.
Dulu, saat Eropa masih berupa Abad Kegelapan, leluhur kita sudah sibuk membangun candi dan ashram, serta sudah berdagang hingga ke Mediterania, dan sudah menjadi pusat pembelajaran Hindu Buddha di Asia Timur dan Asia Tenggara.
Ketika Eropa bangkit dan mulai melakukan penjelajahan, mereka mulai menguasai tradisi lokal dan menghancurkannya. Manuskrip-manuskrip yang ada direbut dan diboyong ke negara asalnya di Eropa untuk dipelajari. Tapi peninggalan yang ada di Nusantara dihancurkan, dibakar, bahkan diganti secara struktural melalui agama baru yang justru jauh dari spiritualitas. Sedangkan, orang Eropa sendiri justru mempelajari keilmuan leluhur tersebut, terutama mereka-mereka yang tergabung dalam Tarikat Kebatinan (seperti Rosscicrusian, Illuminati, atau Freemasonry). Sehingga negara-negara penjajah di Eropa pun akhirnya berkembang menjadi negara adi daya di zamannya. Tapi Nusantara yang terjajah justru mengalami kemunduran.
Sekarang waktunya dibalik. Sekarang waktunya bagi Indonesia untuk membuka diri terhadap keilmuan kuno leluhur dan memanfaatkannya untuk kejayaan Nusantara ke depan.
(4) Memperkuat Koneksi dengan Leluhur
Sekarang inilah saatnya bagi leluhur yang moksa, yang naik ke dimensi yang lebih tinggi, untuk membukakan Kesadaran bagi orang-orang terpilih. Sehingga level Kesadaran mengalami peningkatan, keilmuan kuno terbuka kembali, dan langkah-langkah untuk membuka gerbang Kejayaan Nusantara semakin terbuka lebar.
Setelah ini, anak-anak terpilih dan para keturunan leluhur akan lebih peka lagi. Makin banyak keilmuan leluhur yang mereka dapatkan tanpa mencari. Dan mereka mulai menjadi pionir merubah tatanan lama Nusantara yang sudah usang, untuk berubah menjadi tatanan baru yang lebih cocok untuk Abad 21 yang lebih spiritual.
Leluhur manitis akan makin banyak. Reinkarnasi dari leluhur-leluhur lama akan semakin sadar tentang jati dirinya. DNA leluhur juga semakin terbuka dalam diri masing-masing keturunannya.
Seiring dengan keturunannya mulai menyembuhkan diri dan mengalami Kebangkitan Spiritual, DNA-DNA leluhur yang di dalam diri juga semakin terbuka, dibantu dengan penyadaran dari luar dari leluhur-leluhur yang masih eksis dari dimensi yang lebih tinggi. Mereka adalah leluhur yang sudah moksa dan naik ke langit, yang dulu disetarakan dengan Dewa atau Danhyang, dan kini sedang aktif membimbing keturunan-keturunannya. Mungkin salah satunya adalah kalian yang baca konten ini.
Buat yang ingin mengakses DNA leluhur lebih banyak lagi dalam diri kita, kalian bisa pelajari di Online Course yang ini :
https://lialestarijourney.myr.id/course/mengaktifkan-dna-wadah-leluhur-agung-nusantara/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar