Sabtu, 15 November 2025

jam

Apakah anda pernah bertanya-tanya mengapa 1 jam dibagi menjadi 60 menit dan setiap menit menjadi 60 detik, atau mengapa kita memiliki 12 bulan dan bukan 13 atau 11?

Sekitar 5.000 tahun yang lalu, orang Sumeria yang tinggal di Mesopotamia Kuno (sekarang Irak) merevolusi cara kita memahami dan mengukur waktu.

Matematikawan Mesopotamia Kuno menggunakan sistem penomoran berbasis angka 60 yang dikenal sebagai sistem sexagesimal dan posisional, yang kemungkinan terinspirasi dari perhitungan yang dilakukan untuk membangun kalender lunar "primitif" mereka: 12 bulan dengan 30 hari matahari.

Sistem unik ini kemudian membagi satu jam menjadi 60 menit dan satu menit menjadi 60 detik , konsep yang masih digunakan hingga saat ini.

Kebutuhan bangsa Sumeria akan pengukuran waktu yang akurat didorong oleh masyarakat agraris mereka. 

Kalender yang akurat sangat penting untuk menanam dan memanen tanaman. Mereka juga perlu mengoordinasikan upacara keagamaan dan kegiatan administratif yang rumit.

Untuk membantu mengukur waktu, orang Sumeria membuat kemajuan penting dalam astronomi.

Mereka mengamati pergerakan benda-benda langit dan menggunakan pengetahuan ini untuk membuat kalender lunar 12 bulan.

Sumer membagi tahun menjadi dua belas siklus bulan , meskipun waktu ini tidak sesuai dengan tahun matahari (yang lebih panjang), sehingga mereka menambahkan satu bulan setiap empat tahun untuk mengimbanginya (yang sekarang dikenal sebagai tahun kabisat).

Kemudian, bangsa Babilonia membagi hari menjadi 24 jam dan satu jam menjadi 60 menit, yang sangat sesuai dengan musim pertanian.

Pembagian ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan dirancang agar praktis dan mudah dibagi, yang mencerminkan pemahaman matematika yang maju dari bangsa Sumeria.

Pendekatan inovatif terhadap waktu ini memiliki dampak yang mendalam pada peradaban-peradaban berikutnya, termasuk Babilonia, Yunani, dan Romawi, yang mengadopsi dan mengembangkan lebih lanjut sistem Sumeria.

Warisan sistem pengukuran waktu Sumeria terlihat jelas dalam jam dan kalender modern kita, yang menunjukkan pengaruh abadi kecerdikan mereka dalam kehidupan sehari-hari kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kfr

S alaamun `alaikum.... Menembus Tirai “Kufr”: Sebuah Perjalanan Menyingkap Diri Ada kata yang sering kita dengar, namun jarang k...