Ajaran Leluhur Sang Hyang "Kasunyatan"
Bangunan² leluhur bag. 1
Kita sangat tahu bahwa leluhur mempunyai pengetahuan yang hebat saat membangun sebuah bangunan. Kita bisa melihatnya dari megahnya bangunan² kuno yang dibangun leluhur.
Leluhur membangun dengan detail yang begitu rumit dan sangat presisi dan bangun di titik yang sangat pas bahkan sampai sejajar dengan rasi bintang.
Kemungkinan banyak orang paham mengapa candi² dibangun sejajar dengan bintang orion, karena ini berhubungan dengan astronomi dan pergerakan matahari yang sama halnya dengan penanggalan pranata mangsa.
Saya tidak akan membahas bab ini, karena sudah banyak yang membahasnya. Saya akan sedikit menjabarkan mengapa bentuk bangunan candi² berbeda dan untuk apa fungsinya dan juga berdasarkan pola apa leluhur membangun candi tersebut.
Pada gambar yg saya tunjukkan pada no 3 adalah bentuk dari borobudur, dan itu adalah merupakan suatu desain yang berdasarkan pada pola frekuensi 4840 Hz.
Sebenarnya leluhur di era Medang atau Mataram Kuno menurut saya memodifikasi bangunan era² Megalitikum yang hampir mirip dengan gunung padang tapi dengan pola desain tata bangunan yang berbeda.
Leluhur kuno sebelum era mataram kuno sebenarnya sudah mempunyai pengetahuan tentang frekuensi, radiasi dan gelombang, terbukti dengan bangunan² yang mereka bangun sangat tepat letaknya dan sangat simetris.
Mereka membangun bangunan itu sebenarnya bertujuan agar bangunan tersebut bisa menghasilkan frekuensi 4840 Hz yang pada kala itu digunakan untuk penyembuhan, keselarasan, regenerasi sel, dan juga pemograman atau pengendalian alam sekitarnya (penjelasan pengendalian alam sekitar merujuk pada sabdo dadi) dan masih banyak kegunaan yang lainnya. Saya lebih condong berpendapat bahwa teknologi nirkabel sudah mampu diterapkan leluhur kala itu.
Titik Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon dibangun pas saat matahari di posisi timur saat Mangsa Kawolu dan Kalimo dalam kalender Pranatamangsa yaitu pada tanggal 1-2 maret dan 12-13 oktober. Pada tanggal tersebutlah yang paling bagus dalam melakukan hal² yang saya sampaikan diatas.
Tapi perlu diperhatikan adalah, tidak semua orang bisa melakukannya. Maka yang paling dibutuhkan adalah belajar untuk di titik nol saat melakukannya. Disaat gelombang otak benar² terlatih di posisi meditatif atau sangat tenang sekali.
Masih panjang sebenarnya penjelasan bab ini, mungkin akan saya sambung lain waktu.
Perlu digaris bawahi adalah leluhur mampu membangun bangunan dengan matematika dan geometri yang tepat , ditempatkan disebuah kawasan yang mempunyai energi intens dan sejajar dengan kosmos atau rasi bintang.
Buat wacana olah pikir..ππ
Nuwun..
Rahayu. πππ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar