Kenapa pernah kejadian bahwa masyarakat Islam sampai dijajah oleh orang-orang kafir sebagaimana tercatat dalam sejarah?
(FITNAH artinya PENJAJAHAN)(salah pengertian)
Ingatlah orang-orang beriman harus menghukum dengan apa-apa yang diturunkan Allah , dinyatakanNYA pada ayat 5/48 s/d 5/50, jo. 7/3. Tetapi kebanyakan orang-orang yang menyatakan dirinya Islam selalu mengambil hukum dari sumber-sumber yang disebut dengan thaghut pada ayat 4/60. Dalam hal yang demikian, orang-orang itu tidak lagi dikatakan beriman walaupun masih menamakan dirinya Islam, 4/65, 33/36.
Karena itu mereka telah mencampurkan kezaliman pada keimanan hingga keamanan hidup tidak mereka dapati sesuai dengan ketentuan Allah pada ayat 6/82.
Maka untuk menghindarkan penjajahan demikian, haruslah orang-orang yang menyatakaa diri Islam itu benar-benar beriman serta mengikuti perintah dan mematuhi hukum Allah :
وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ﴿١٩٠﴾
2/190.:”Dan perangilah dalam garis hukum Allah orang-orang yang memerangi kamu dan janganlah melanggar hukum. Bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar hukum."
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِن قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ ﴿١٩١﴾
2/191.; “Dan perangilah mereka dimana saja kamu jumpai mereka dan usirlah mereka dari mana mereka mengusir kamu. Dan fitnah (kesusahan berupa ujian dan perkosaan) itu lebih sangat (jahatnya) daripada pcrang. Dan janganlah perangi mereka pada (lingkungan) Masjidil Haraam hingga mereka memerangi kamu padanya. Jika mereka memerangi kamu maka perangilah mereka. Demikianlah balasan orang-orang kafir itu"
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ ﴿١٩٣﴾
2/193.: “Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah, dan agama untuk Allah (saja). Jika mereka berhenti maka tiada lagi permusuhan kecuali atas orang-orang yang zalim.”
Dari susunan ayat-ayat suci diatas ini nyatalah bahwa yang disebut dengan fitnah ialah penjajahan, maka FITNAH atau PENJAJAHAN demikian lebih jahat daripada peperangan, karena masyarakat yang mau perang hanyalah akan mengalami kematian beberapa orang hingga mereka mendapat kemerdekaan, tetapi yang tak mau perang, maka kematian akan lebih banyak karena siksaan penjajah dan kehinaan pada mana hidup sama dengan mati.
Jadi tidaklah tepat jika dalam bahasa kita dikatakan FITNAH diartikan dengan TUDUHAN PALSU. Persoalan firman pada ayat 2/191 tersebut diulang lagi pada ayat 8/59.
Tetapi kebanyakan orang-orang yang menyatakan dirinya Islam itu sebenarnya telah jadi munafik. Mereka takut perang, takut mati, dipengaruhi oleh hidup duniawi, maka Allah mengancam mereka dengan siksaan yang dilakukan para penjajah.
Mereka menderita, hidup sengsara, lenyap secara berangsur, diganti oleh masyarakat penjajah, dinyatakan Allah pada ayat suci yang maksudnya sebagai berikut:
إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٣٩﴾
9/39.: “Jika kamu tidak bertempur, akan DIA siksa kamu dengan siksaan pedih dan mengganti kamu dengan kaum selain kamu, dan tidaklah kamu membahayakan DIA sedikit juga. Dan Allah menentukan atas tiap sesuatu.”
Maka dengan ayat-ayat suci diatas ini dapatlah diketahui kenapa pernah ada masyarakat yang menyatakan dirinya Islam sampai dijajah oleh orang-orang kafir. Sebabnya ialah karena orang-orang itu telah berubah jadi munafik.
Dalam hal demikian nyatalah janjian Allah pada ayat 6/82, 40/51, dan 58/21, bukan salah pasang, bukan pula keliru.
Yang salah pasang yaitu orang-orang yang menanggapi ayat-ayat suci tersebut tanpa penganalisaan logis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar